-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Roadshow Promo Kitab Hujan



#1 Launching & Bedah Buku @ Toko Buku Alternative Jendela
Sabtu 13 Maret 2010, pukul 14.30 WIB


Dengan menggunakan KRL jurusan Bogor, Roadshow pertama dimulai. Meski mundur sekitar 1,5 jam dari yang dijadwalkan, tapi acara tetap berlangsung meriah. Puisi-puisi dalam Kitab Hujan dibedah oleh Rizky (ID Facebook Busuk Rupa) dari Komunitas Menulis Bogor, diselingi dengan gerak dan musikalisasi puisi oleh teman-teman teater Nusantara



#2 On Air @ RRI Pro 2 FM

Minggu 14 Maret 2010, pukul 16.00 WIB


Ada satu lagi puisi dalam buku Kitab Hujan yang dimusikalisasi oleh teman-teman Teater Nusantara dan baru dipublikasikan di acara on air ini, yaitu puisi dengan judul :








Sehangat Kopi dan Tawa

:Mbah Surip



Kita adalah jamaah sepi di kampung gaduh
sendiri menggelandang mencari janji
tentang perubahan yang sederhana di hangatnya kopi
dan kau hanya tertawa lebar dengan gimbal terurai

lalu kita akan diasingkan dari kebisingan
di penjara di dalam gua yang penuh dengan lendir manusia

kau berkata
"bangun dari tidur dan gendong semangatmu!"

kau pun hanya tertawa

sehangat kopi ini "kawan"
hatiku gerimis ketika menggelandang dan terpenjara
bersamamu dalam kenangan...



#3 Kongkow Sastra @ Galeri Nasional

Jumat 19 Maret 2010 pukul 19.00 WIB


Bertempat di Café Jambodroe (seberang Sta. Gambir - Jakarta Pusat), acara dimeriahkan dengan bedah puisi Remy Soetansyah, juga penampilan band Gribs. Kemudian didominasi gerak dan musikalisasi puisi-puisi dalam kumpulan Kitab Hujan oleh teman-teman dari Teater Koin yaitu puisi Kitab Hujan, Elegi Penyair, Cinta Walangsangit dan Jingga Tanah Roa



#4 On Air @ DFM Radio 103.4 FM

Minggu 21 Maret 2010 pukul 15.00 WIB


Karena durasi yang pendek, maka acara bincang-bincang cuma sebentar, tidak ada dialog interaktif dengan pendengar dalam acara tersebut. Kemudian hanya dua puisi yang dimusikalisasi di acara ini yaitu Jingga Tanah Roa dan Kitab Hujan.
Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893