-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Kolam Renang Di Halaman Bulan Januari




Bulan Januari masih menempel di tembok, warnanya pucat dan dingin, seperti kamar terisi salju. Ada potretmu terpajang di situ, tersenyum mengundang birahi. Ada bau tembakau dalam mulutku, seperti sampah yang tertimbun, tergenang air. Suara tikus di atap rumah, berlari mencari makan. Mengapa ada birahi di dalam kamar yang terisi salju dan sampah tergenang di situ, di dekat tikus yang kelaparan.


Tembok mengeluarkan air, bau got. Bulan Januari tergenang, memiliki kolam renang di tengah kota. Ada kanak-kanak bermain air, ada pengamen mencari uang receh di dasarnya. Ada bis kota mengapung, ada kondom mengambang, ada kamu menjerit meminta tolong, sebab tak bisa berenang. Kenapa ada bayi di gendong menjauhi kolam renang, apa bayi itu mati tenggelam, atau hanya ingin meminum susu dari puting ibunya. Kenapa ada kebaya tersangkut di tepi kolam renang, apakah sudah terjadi pesta pernikahan semalam. 


Kolam renang di halaman bulan Januari. Riak-riak airnya menenggelamkan kota, riaknya menjatuhkan tanggal-tanggal yang menempel, uang-uang kertas hanyut terbawa arus. Nasi dan daging dimakan tikus yang terjun dari atap rumah. Kamu mengambil gambar dengan kamera, memotret perpustakaan dalam kolam renang, buku-buku basah, seperti pikiran yang telah menjadi air. 


Baiklah, akan kusimpan potretmu yang terpajang di situ seperti kalender di tembok rumahku.

Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893