-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Cinta Lama Bersemi Kembali

Foto diambil Ketika Nana Sastrawan Mengisi Seminar Menulis di Universitas Pamulang
Seorang wanita menghampiriku, wajahnya sungguh cantik, memakai kaos dan celana jeans. Langkahnya sangat menggoda, senyum manis dan rambut panjang terkibas angin, siapa dia? Aku baru saja melihatnya, tetapi tatapannya seperti telah mengenalku.
            “Hai! Kamu Ari?” tanyanya.
            “Iya.Tapi…”
            “Aku Noura, teman sekolahmu dulu!” dia memotong ucapanku, wajahnya tiba-tiba berseri.
            Aku terkejut—Noura adalah mantan kekasihku ketika aku masih sekolah, dia sungguh berbeda. Lebih cantik, fashionable dan seksi. Dulu, dia tidak seperti ini, sangat terkesan posesif, dan pemurung. Itulah mengapa aku memutuskannya.
            “Nou… Noura? Wow…. It’s true? Aku belum percaya ini!” seruku.
            “It’s me… Noura, si Perempuan menyebalkan!” kemudian dia tertawa.
            Aku tersipu malu—kata-kata itu memang sering aku ucapkan kepadanya ketika berpacaran dulu. Memang sewajarnya aku mengatakan itu, sebab Noura yang dulu adalah seorang wanita yang selalu mengeluh, tentang dirinya, kesehatannya, keluarganya dan mungkin pelajarannya, atau guru-gurunya.
            “Terima kasih untuk semua yang telah kamu berikan padaku,” katanya lalu duduk di depanku.
            Aku tertegun. “Maksudmu?” tanyaku.
            “Jika saja kamu tidak memutuskanku, mungkin aku tak akan terluka, dan mungkin juga aku tidak mungkin bisa mengubah diriku,”
            “Mmm…maafkan aku Noura,”
            “Tidak! Jangan kamu meminta maaf! Sebagai wanita, aku memang harus lebih periang, percaya diri, dan tentu saja pintar, aku sudah menyadari itu semua. Dan hasilnya, aku menjadi seorang wanita karir, tentu saja cinta dari seorang pria idaman.”
            Kuminum kopi yang telah tersedia di atas meja. Mataku mencoba mengalihkan pandangan ke sekitar kafe ini, masih terlalu sepi, padahal kota besar. Walaupun suasana masih pagi, tetapi kafe adalah tempat makan pagi yang paling diminati oleh orang-orang kota.
            “Apa kamu sudah menikah?” tanyanya.
            “Belum, aku sedang mencari yang cocok,” jawabku.
            “Wah… kebetulan sekali!”
            “Kebetulan?” tanyaku, sedangkan hatiku berdebar-debar. Apa mungkin Noura masih mencintaiku? Dan untuk saat ini, aku memang terpesona padanya.
            “Iya… kebetulan, aku sedang breakfast dengan calon suamiku, itu dia!” dia menunjuk ke salah satu pengunjung kafe.
            Kemudian, Noura mengajakku berkenalan dengannya, hatiku terbakar api cemburu—entah mengapa ada perasaan gelisah ketika kami mengobrol. Lalu dia mengajak aku untuk makan pagi bersama, disaat mengobrol, dalam hatiku berkata: aku akan mendapatkan kembali Noura, harus! Titik.
Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893