MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Cinta Jujun di Sekolah – Pemuja Rahasia #3

Mengagumi seseorang bukanlah sesuatu yang salah. Rasa kagum terkadang membuat seseorang berubah lebih baik karena melihat sisi baik dari orang yang dikagumi atau ingin terlihat baik dimata orang yang dikagumi. Namun, bisa juga berubah buruk karena meniru hal-hal buruk dari orang yang dikagumi. Begitupun dengan Jujun, dia sangat mengagumi Halimah, seorang siswi di sekolahnya yang lembut dan baik hati. Jujun sering mengamati kegiatan Halimah di sekolah.

salah tingkah

Sementara itu, Gilang sahabat Jujun sedang bahagia karena banyak sekali para siswi di sekolah mengagumi dirinya. Selain memiliki wajah yang lumayan ganteng, Gilang juga multitalenta, dia jago bermain gitar, bernyanyi, membaca puisi dan menulis cerita. Satu di antaranya adalah cerpen yang dipajang di mading sekolah membuat para siswi terkagum-kagum. Gilang sering kali mendapatkan perlakuan aneh-aneh, dikejar-kejar ke toilet hanya untuk berfoto dengannya. Satu diantara mereka adalah Henti, siswi yang mengagumi Gilang, mereka pun mulai dekat.

mendadak populer

Jujun berusaha untuk mengungkapkan rasa kagumnya kepada Halimah namun dia selalu kehilangan kata-kata, dirinya tak bisa menguasi diri di depan Halimah. Begitu dengan Henti, dia tak kuasa untuk mengatakan kepada Gilang bahwa dia menyukai dan mengaguminya. Jujun dan Henti terjebak dengan perasaan mereka masing-masing, keadaan itu membuat mereka salah tingkah. Sementara itu, Gilang selalu menemukan surat-surat aneh dan telepon aneh, dia mulai tidak nyaman dengan keterkenalannya. Halimah sendiri sadar bahwa Jujun selalu mengintainya, dia juga mulai tertarik kepada Jujun, namun Sisil Pricilia, sahabatnya mulai menceritakan Jujun yang menurutnya aneh, seolah Sisil pernah menjalin hubungan dengan Jujun sebelumnya.

Populer

Begitulah rasa kagum dalam diri mereka masing-masing, kagum terhadap seseorang memang membuat mereka canggung dan melupakan hal-hal yang penting. Orang yang dikagumi juga merasakan ketidakbebasan, seolah hari-harinya diawasi dengan kecemasan. Bagaimanakah akhir ceritanya, saksikan filmnya!


Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893