-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Nana Sastrawan di Tangkuban Perahu




Berkumpul dan berdiskusi adalah cara untuk menemukan gagasan-gagasan baru dalam hidup ini untuk terus melangkah meraih sesuatu di masa yang akan datang. Pada 30 Juni dan 1 Juli 2018. Nana Sastrawan bersama anak-anak muda Tangerang Selatan yang berbakat dalam bidang perfilman, Drama dan Menulis Skenario berkemah di Cikole, kawasan Tangkuban Perahu. Mereka berdamai dengan alam untuk menemukan ide-ide baru dalam melahirkan karya-karya baru.

“Dalam setiap perkumpulan pasti ada yang namanya benturan-benturan, setiap orang memiliki gagasan, namun yang terbaik adalah yang bisa saling menerima gagasan-gagasan dari luar dan meraciknya menjadi suatu karya yang bermanfaat,” ucap Nana Sastrawan.

Dalam perjalanan tiga tahun mereka berkumpul, telah banyak melahirkan karya-karya yang cukup menarik perhatian, ada beberapa film karya mereka yang diunggah di youtube juga layak diapresiasikan. Anak-anak muda yang kreatif, pasti akan menemukan tingkat kedewasaan yang lebih baik. Di dunia yang serba terbuka ini, sudah seharusnya anak-anak muda tampil ke depan dengan suara dan karya yang nyata, tidak mudah terpancing isu-isu politik dan sosial yang sifatnya memprovokasi. Negeri ini mesti kaya oleh karya-karya anak muda yang segar dan berguna.


Nana Sastrawan juga memberikan waktu untuk merenung dan saling terbuka masalah pribadi masing-masing di malam hari, ketika api unggun menyala, mereka saling membuka diri untuk lebih mengenal lebih dalam lagi satu dengan yang lainnya. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh generasi muda pada saat ini, biasanya memang terjadi akibat ketidakterbukaan mereka dalam memandang kehidupan ini, dan membesar-besarkan masalah yang seharusnya dapat diselesaikan dengan baik.

“Mari kita tatap masa depan ini dengan karya. Menulis, berteater, dan tuangkan dalam bentuk apa saja. Bisa puisi, cerpen, novel, film atau musik. Lakukanlah yang terbaik untuk hidup kalian di hari-hari berikutnya, semangat!”

Selama dua hari, mereka merasakan waktu yang begitu berharga. Sehingga pulang ke rumah masing-
masing membawa kenangan yang akan menjadi pelajaran di masa yang akan datang.



Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893