-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Film Pendek - Di Antara

“Kota inilah yang membawaku ke dalam kecemasan. Meski cinta adalah obat bagi kesepian namun pada akhirnya menjadi racun bagi kehidupan.” Begitulah kutipan narasi cerita pendek Hujan di Balik Jendela karya Nana Sastrawan yang tergabung dalam buku kumpulan cerpen tunggalnya “Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu.” Cerita itu dijadikan sebuah film pendek, yang mengisahkan suatu percintaan di antara dua orang perempuan. Cinta yang sangat rumit untuk dijelaskan dan dijalani. Selfi dan Syahda, memiliki kekuatan cinta yang sama terhadap Haris. Namun, keduanya berusaha untuk tidak memendam cemburu, meskipun terasa pedih untuk di jalani.
Syahda, adalah perempuan yang keras dan pemberani. Sementara Selfi, perempuan yang sulit dimengerti dan penuh rahasia. Keduanya adalah kakak-beradik, hidup di dalam rumah yang sama, dan memiliki kegemaran yang sama. Di dalam hati kecil Haris, dia telah memilih Selfi untuk dijadikan kekasih seumur hidup, namun berbeda dengan Selfi, dia tidak memberikan respon lebih dalam berhubungan, bahkan dia terkesan ingin menghindar meskipun dia sangat jatuh cinta kepada Haris. Selfi, tidak ingin mengecewakan hubungan Haris dengan Syahda, walaupun dia sadar untuk menanggung rasa sakit.
Akan tetapi, segalanya berubah. Selfi harus menyerah dan mempertahankan rasa cintanya, dia menyadari menghindar bukanlah sebuah jawaban. Hatinya tidak bisa dibohongi kalau dia memang ingin memiliki Haris Seutuhnya. Saksikan filmnya di akun youtube Nana Sastrawan.
 Klik di sini !

Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893