-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Buku Puisi, Diskon Lima Puluh Persen


Puisi ini telah dimuat dalam buku Cinta Gugat

Berjalan sendiri, rak buku menyusun dirinya sendiri, memasang label dan menulis harga dengan hat-hati. “Selamat siang Sastrawan, hari ini banyak sekali janji dari berbagai jenis puisi, bolehkan saya mempersilakan masuk? Tentu bukan dari golongan kiri atau kanan, hanya beberapa saja yang memakai tipografi.”

Akhir-akhir ini jarang laku, terlihat tua dan tak memiliki harga diri. Ibarat jagung rebus di antara pizza dan hamburger di sajian makan siang. “Tuan dan Nyonya, silakan masuk dan berkatalah jujur! Sebab kejujuran adalah harga termahal untuk sebuah buku puisi. Jika anda berbohong, maka kami akan memberikan diskon lima puluh persen.”

Menunggu sendiri, kursi dan meja menceritakan nasibnya sendiri pada segelas wine, menyisir rambut untuk menyamarkan cemas. “Selamat malam Sastrawan, mohon maaf puisi anda sudah kadaluarsa. Bisakah anda membuat seperti yang digemari di masa kini? Jika tidak, biarkan kami memberikan diskon lima puluh persen untuk sebuah kejujuran.”

Tubuh membunuh dirinya sendiri, menjadi tuhan atas hidupnya sendiri. “Tuan dan Nyonya, silakan mengambil buku puisi di rak buku tanpa harus membayar, dan jangan kembali lagi!

Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893