-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Selingkuh

            Jam lima pagi, seorang suami berpamitan kepada istrinya, dia akan berangkat ke kantor. Di kota besar, tidak bisa berangkat kerja setelah matahari terbit, sebab akan terjebak macet, dan tentu terlambat masuk kantor, resikonya adalah potong gaji atau dipecat. Si suami mengeluarkan motornya, dari dalam rumah petak, rumah yang baru dikontraknya setelah pesta pernikahan dengan si istri.
            “Mah, Papah berangkat ya!”
            Si istri bangkit dari tempat tidurnya, kemudian dengan manja menghampiri si suami, wajahnya cemberut. Mungkin semalam belum merasa puas, sehingga tak rela ditinggalkan oleh si suami.
            “Pulangnya jangan malam-malam ya…,” kata si istri sambil tersenyum manis.
            Si suami mengangguk, lalu mengulurkan tangan. Si istri mencium tangan si suami, dalam hati si suami, sebenarnya tidak rela meninggalkan istri tercintanya. Dia juga masih merasakan keindahan semalam bersama si istri, tetapi, mencari nafkah juga adalah hal yang paling penting untuk dirinya. Dengan langkah gontai, si suami menghampiri sepeda motor, naik, dan tancap gas. Si istri melambaikan tangan, matanya masih terlihat mengantuk.
            Di tengah jalan, si suami masih saja membayangkan kehebatan istrinya ketika memadu kasih semalam. Dia hampir saja kewalahan bercumbu dengan istrinya itu, mungkin ini yang sering dikatakan oleh teman-temannya, jika laki-laki tidak menikah maka akan menyesal seumur hidup.Ternyata memang benar, menikah adalah sebuah kenikmatan hidup yang paling sempurna, itulah yang dirasakan olehnya.
            Sepeda motor terus melaju menembus kabut, menembus cahaya matahari yang mulai terbit, dan jalan mulai ramai oleh berbagai macam kendaraan, hingga tidak bisa dihindari lagi, dia masuk kedalam kepadatan kendaraan. Sesungguhnya, matanya masih mengantuk, tubuhnya masih lemas dan perutnya juga lapar, sebab belum makan pagi. Pikirnya, dia bisa makan pagi di warung kaki lima dekat kantornya.
            Wajah istrinya selalu terbayang dalam pikirannya. Dulu, ketika dia berpacaran, dia mati-matian untuk mendapatkan istrinya itu, hingga harus berkorban habis-habisan, sebab istrinya adalah perempuan yang cantik, banyak yang suka dan mendekati, dari laki-laki mapan sampai lelaki hidung belang.
            Dan ketika menikah, dia juga harus menghabiskan seluruh tabungannya untuk mengadakan pesta, itu semua permintaan dari keluarga istrinya. Karena cinta yang sangat besar dalam dirinya, dia rela menghabiskan apa saja agar bisa menikahi istrinya. Sampai setelah menikah, dia hanya bisa mengontrak rumah petak, dengan uang sewa lima ratus ribu rupiah sebulan.
            “Lebih baik, aku putar balik!” gumamnya.
            Segera saja dia memutar balik sepeda motornya, dia masih ingin bercumbu dengan istrinya, dia sangat mencintai istrinya, biarlah pekerjaan di kantor bisa diselesaikan esok hari, dan dia juga bisa memberikan alasan bahwa hari ini sakit, sehingga mudah untuk mendapat ijin. Sepeda motor segera di gas, sementara itu matahari mulai meninggi.
            Jam tujuh pagi tepat, dia sudah berada di depan rumah kontrakannya. Pintu tertutup rapat, istrinya pasti masih tidur, dia akan mengejutkannya dengan ciuman di bibirnya, kemudian dia akan mencumbunya. Perlahan pintu dibuka, ruang depan masih berantakan, dia melangkah ke ruang tengah, di atas kasur yang tergeletak di lantai, istrinya tengah mendesah begitu nikmat, bergairah, ditindih oleh seorang lelaki. Si suami sangat mengenal siapa laki-laki itu, dia adalah mantan kekasih istrinya.

*Kisah ini terinspirasi dari berita-berita perselingkuhan di koran.
  Mungkin benar, bahwa definisi cinta sulit terjawab, meski sudah dalam pernikahan
Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893