-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Cerita Perawan




“Sudahlah pah, jangan bahas masalah ini lagi!”
“Papah tidak mau kamu menjadi perawan tua.”

Suara papah seperti guntur, menggelegar menusuk telinga. Kemudian aku beranjak dari ruang tamu meninggalkan papah yang masih duduk memandangku tajam. Ingin kubanting pintu kamar setelah aku berada di dalamnya, tetapi tidak kulakukan. Bukan karena aku takut akan kemarahan papah ketika ku banting pintu, namun aku seorang wanita tentu lebih mengerti sopan santun.

Di dalam kamar; sunyi dan tegang. Aku merebahkan badan, terasa hangat. Membuatku semakin bergairah untuk berlama-lama berbaring di kasur ini. Mataku menyentuh langit-langit kamar, memandang jauh. Jauh sekali, sehingga aku terhanyut di dalamnya. Aku terkurung dalam suasana kelabu, serba tak jelas. Tiba-tiba teringat ucapan papah yang membuatku gelisah, apakah aku akan menjadi perawan tua? Mengerikan sekali perkataan itu, mengapa papah bisa mengatakan demikian terhadap anaknya sendiri. Bukankah perkataan orang tua adalah doa? Oh, aku semakin gelisah.

“Mengapa kamu belum mengerti keinginan papah?” Ucap papah dari balik pintu kamar. Rupanya ia masih belum puas untuk memperdebatkan masalah diriku.

Aku diam saja, mencoba tak menggubris. Perasaanku sungguh semakin kacau, bukan tanpa sebab aku mempertahankan untuk tidak menikah dalam waktu dekat, kegagalan dalam bercintalah yang menyebabkan aku keras kepala terhadap sebuah pernikahan. Ah, dunia ini memang rumit?

“Kamu sudah menjadi dokter, penghasilanmu juga lumayan. Sudah kamu dapatkan semua apa yang orang lain inginkan. Papah hanya ingin kamu bahagia, tidak lebih.”

“Carikan saja aku jodoh, Pah!” Ucapku, setelah membuka pintu kamar.

Tampak wajahnya yang kekar disela-sela kulitnya yang mulai kendur. Kami berpandangan—ada perasaan haru menyelimuti hatiku, aku menunduk. Wajahku seperti tertimpa hujan, basah dan mulai meneteskan air mata. Papah mengusap kepalaku, kemudian mengecup kening.


Terinspirasi dari cerita seorang teman.
Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893