-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Dalam Perutmu Ada Puisi


Puisi ini telah dimuat di dalam buku Antologi  100 Puisi Tema Ibu Se-Indonesia

1.
Engkau mendengar puisi dari dalam perutmu
yang membuncit tak terisi nasi
dan wajah menatap angkasa
capung terbang
membawa perpisahan pada senja
tangan meraba sekujur tubuh
setelah bersetubuh dengan debu

matahari terluka, memerah cakrawala
sayup angin menembus jantung
yang hampir perak
alangkah dekat sebuah kenangan
dalam mata yang mulai padam
dan meleleh merontokan bulubulu

_nak, badai menggantikan bintang
bulan gugur
serigala menyalak
jantung berdetak tak berbunyi
Itulah saatnya sembahyang memuja ibu

2.
Kini, kau duduk di batu
memegang perut yang semakin membesar
payudara yang selalu meneteskan susu
rambutmu rontok menimbun airmata
tanganmu menghitung daun yang jatuh
dan menunggu angin menerbangkannya

bibirmu melafalkan mantera
mengundang sungai beriak
untuk berpesta kelahiran
dupa
terbakar bersama tawa
hari semakin matang dalam tungku waktu
perutmu pecah
seonggok daging terhempas
jatuh di jalan becek
lalu ularular menyeringai dan menyerang
kau menjerit memecahkan langit
mengupas takdir

_nak, kesedihan terbaring di atas kenangan
memanggil bayang bening
agar kita bisa bercermin
bukan serigala atau ular yang membunuhmu
hanya kita tak suka berdandan dikala tuhan melahirkanmu
nak, ibumu adalah naga yang jatuh ke pantai
lalu tenggelam, hanya  punggungku menjadi karang
tempatmu berpijak mencari senja

3.
Senja itu merah bukan jingga
seperti darah
seperti puisi yang tibatiba merobek kemaluanmu
sembilan bulan ia diam dan menyedot katakata
yang sudah lama kau impikan
bukan pula biru
seperti bola matamu yang menangis
ketika aku mulai nakal menghisap kesenanganmu
bukan pula putih
seperti doamu ketika aku mulai membuat pintu
dari dinding kamar yang setiap hari kau tempel mantera
bukan pula hitam
seperti warna nafasku
yang terus berhembus menunggumu
mengeluarkan isi dadamu
senja itu merah
seperti darahmu yang berhamburan
di meja makan

4.
Engkau mendengar puisi bernyanyi
iramanya merdu
ia di sampingmu yang tengah digerogoti usia
rambut putihmu berderai tertiup angin
matamu masih meneteskan air mata
perutmu mengendur
guratan luka bekas lapar dan sayatan takdir
kau masih menatap senja
merah
seperti darahmu yang menetes ke tanah
perlahan menjadi kemboja


Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893