-->
MGt6NGZ6MaVaMqZcMaV6Mat4N6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Nana Sastrawan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki



Pada tanggal 29 Desember 2018. Nana Sastrawan diundang ke Teater Besar Taman Ismail Marzuki oleh Yayasan Hari Puisi. Undangan tersebut berkaitan dengan peluncuran buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (edisi revisi). Nana Sastrawan selaku ko-Editor buku tersebut menyampaikan pengalaman ketika menyusun buku tersebut. Buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia adalah buku biodata penyair Indonesia dari Aceh hingga Papua. Buku itu bisa dikatakan terlengkap di tahun 2018 yang menyusun ribuan penyair dari berbagai daerah. Buku itu semacam ensiklopedianya penyair Indonesia.

Tidak hanya itu, Nana Sastrawan pun diminta bergabung sebagai pengurus Yayasan Hari Puisi. Kerja dan karya Nana Sastrawan telah menorehkan prestasi di dunia sastra Indonesia. Nana Sastrawan memang dikenal sebagai penulis yang bersahaja. Dia selalu ramah terhadap siapa saja. Tangan dinginnya pun telah menghasilkan beberapa karya satra dengan berbagai genre. Bukan hanya itu, Nana Sastrawan juga telah banyak mencetak penulis-penulis muda, aktor dan aktris juga pementasan-pementasan teater. Maka tidak heran jika sosok Nana Sastrawan mulai banyak dikenal sebagai penulis muda yang multitalenta.
Dalam acara tersebut, Nana Sastrawan menyampaikan banyak hal tentang buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia yang rencananya akan disebar ke seluruh perpustakaan di Indonesia, Universitas, sekolah, lembaga dan lainnya. Buku itu memang harus dikatakan penting sebagai buku referensi bagi siapa saja untuk mengenal penyair-penyair Indonesia dan karya-karyanya.
Klik di sini ....



Share This Article :
Nana Sastrawan

Nana Sastrawan adalah nama pena dari Nana Supriyana, S.Pd tinggal di Tangerang, lahir 27 Juli di Kuningan, Jawa Barat. Menulis sejak sekolah menengah pertama, beberapa karyanya banyak dimuat di berbagai media, tulisan skenarionya telah dan sedang difilmkan. Ia senang bergerak dibidang pendidikan, sosial dan kebudayaan di Indonesia. Dia juga sering terlihat hadir di berbagai kegiatan komunitas seni dan sastra Internasional, kerap dijumpai juga tengah membaca puisi, pentas teater dan sebagai pembicara seminar. Laki-laki yang berprofesi sebagai pendidik di sekolah swasta ini pernah menjadi peserta MASTERA CERPEN (Majelis Sastra Asia Tenggara) dari Indonesia bersama para penulis dari Malaysia, Brunei, Singapura. Dia juga menerima penghargaan Acarya Sastra IV dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2015. Karya sastranya berupa buku kumpulan puisi adalah Tergantung Di Langit (2006), Nitisara (2008), Kitab Hujan (2010). Beberapa karya sastranya berupa puisi dan cerpen tergabung dalam Menggenggam Cahaya (2009), G 30 S (2009), Empat Amanat Hujan (2010), Penyair Tali Pancing (2010), Hampir Sebuah Metafora (2011), Kado Sang Terdakwa (2011), Gadis Dalam Cermin (2012), Rindu Ayah (2013), Rindu Ibu (2013). Dan beberapa novelnya adalah Anonymous (2012). Cinta Bukan Permainan (2013). Cinta itu Kamu (2013). Love on the Sky (2013). Kerajaan Hati (2014). Kekasih Impian (2014). Cinta di Usia Muda (2014). Kumpulan Cerpennya, ilusi-delusi (2014), Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu (2016), Chicken Noodle for Students (2017). Tahun 2017 dan 2018 tiga bukunya terpilih sebagai buku bacaan pendamping kurikulum di SD dan SMA/SMK dari kemendikbud yaitu berjudul, Telolet, Aku Ingin Sekolah dan Kids Zaman Now. Dia bisa di sapa di pos-el, nitisara_puisi@yahoo.com. Dan di akun medsos pribadinya dengan nama Nana Sastrawan. Atau di situs www.nanasastrawan.com. Karya lainnya seperti film-film pendek dapat ditonton di www.youtube.com.

5871077136017177893